26 Oktober 2026 — Dunia teknologi digemparkan oleh penemuan dua celah keamanan kritis pada PHP, bahasa pemrograman yang digunakan oleh sebagian besar website di seluruh dunia. Celah tersebut berhasil diidentifikasi dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Temuan yang diumumkan pada 21 Oktober 2026 ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memungkinkan peretas mengambil alih server website tanpa mengetahui username maupun password.
Kerentanan tersebut dikenal dengan nama PHP2Shell, yang mencakup CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Keduanya mendapatkan tingkat keparahan 9,2 dari skala 10. Apabila berhasil dieksploitasi pada server yang rentan, penyerang berpotensi menjalankan perintah berbahaya, mencuri informasi sensitif, mengubah isi website, hingga menguasai sistem. Bahayanya, celah ini terdapat pada mesin inti PHP, bukan sekadar kesalahan dalam kode aplikasi yang dibuat oleh pengembang website.
Yang membuat kasus ini semakin menarik adalah keterlibatan teknologi AI dalam mengungkap kelemahan yang telah tersembunyi selama bertahun-tahun. Peneliti keamanan dari Calif, OpenAI, dan Wiz memanfaatkan kemampuan model AI canggih, termasuk GPT-5.6 Sol dan Gemini 4 Argon, untuk membantu menemukan, menganalisis, serta menguji kerentanan tersebut. Penemuan ini memperlihatkan bahwa AI kini memiliki kemampuan luar biasa dalam penelitian keamanan siber, termasuk membantu mengidentifikasi celah yang sulit ditemukan melalui pemeriksaan konvensional.
Dampak penemuan tersebut tidak bisa dianggap sepele. PHP merupakan teknologi utama di balik berbagai aplikasi dan platform populer seperti WordPress, Drupal, dan Joomla. Sejumlah organisasi dan lembaga pemerintahan di berbagai negara bahkan sempat menonaktifkan sebagian layanan website sebagai langkah pencegahan ketika pembaruan keamanan sedang diterapkan. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua website berbasis PHP otomatis berhasil diretas oleh AI. Ancaman terutama berlaku pada server yang menggunakan versi PHP rentan dan belum menerapkan pembaruan keamanan.
Menanggapi ancaman tersebut, pengembang resmi PHP telah merilis pembaruan keamanan melalui versi PHP 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, dan 8.2.35. Administrator server serta pengelola website diimbau segera memeriksa versi PHP yang digunakan, memperbarui sistem, dan memantau aktivitas mencurigakan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan AI membawa dua sisi sekaligus: membantu ahli keamanan menemukan kelemahan sebelum dimanfaatkan penjahat siber, tetapi juga berpotensi meningkatkan kemampuan serangan apabila disalahgunakan. Karena itu, keamanan website harus menjadi prioritas utama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.
